SALAYO POTRET NAGARI YANG DINAMIS

Sebagai nagari yang terus berkembang sejalan dengan kemajuan pembangunan di Kabupaten Solok dan tetangganya kota Solok, nagari Salayo kadang diibaratkan sebagai etalase Kabupaten Solok bagian tengah. Perkembangan pembangunan dan sekaligus perekonomian, menjadikan Salayo sebagai wilayah pemukiman bagi warga pendatang. Tidak pelak, disamping pertumbuhan penduduk asli, animo warga pendatang juga terus ikut mewarnai dinamika nagari yang kadang malah sanggup menjadi barometer bagi nagari-nagari di kawasan kecamatan Kubung.
Secara geografis, letak nagari Salayo sangat strategis. Wilayah Kenagarian yang berbatasan langsung dengan kota Solok ini, memiliki empat jorong – Jorong Galanggang Tangah, Sawah Sudut, Lurah Nan Tigo dan Batu Palano – dengan jumlah penduduk sebanyak 12.700 jiwa atau sebanyak 1921 KK.
Kendati pusat pemerintahan nagari Salayo berada di jalur utama lintas Sumatera, perisisnya di Km 3 lintas Solok – Padang, di jorong Galanggang Tangah, namun Salayo masih tetap sebagai kawasan pertanian potensial yang hingga kini masih mampu mempertahankan produksi unggulannya, yakni “Beras Solok”. Bahkan Salayo dengan luas sekitar 21,44 Km persegi juga lebih terkenal dengan komoditi pisang. Beberapa dekade belakangan, Salayo bahkan identik dengan pisang batu
Wali Nagari Muzni Hamzah menyatakan, tingkat kemajuan masyarakat di nagari yang dipimpinnya sangat terukur dan signifikan, baik kemanjuan dalam soal ekonomi dan apalagi Sumber daya Manuasianya (SDM). Dari situ ia berpendapat, dalam arti luas, nagari Salayo dipandangnya sebagai suatu komunitas yang demokratis dan terbuka.
Keterbukaan masyarakat nagari Salayo setidaknya juga telah memberi dorongan bagi Muzni Hamzah untuk mengembangkan nagari yang dipimpinnya sejak dua tahun belakangan. Berjalan dalam koridor otonomi daerah yang penterjemahannya melalui pemerintahan nagari di Sumatera Barat dan Kabupaten Solok kususnya, memotivasi ayah tiga anak ini untuk mengembangkan potensi kampung halamannya.
Bukan tanpa alasan Muzni Hamzah mengomentari fenomena kemasyarakatan tersebut. Terbukti sejumlah kelompok-kelompok gotoroyong bertumbuhan di nagari Salayo. Kelompok tersebut hadir atas inisaitif masyarakat, sehingga pemerintah nagari dalam hal ini dengan sendirinya berperan sebagai fasilitator saja. “ Sejumlah pekerjaan besar untuk kepentingan umum, bahkan kepentingan kelompok itu sendiri, dikerjakan secara bersama dan bahkan dengan sisitm arisan, “ aku Muzni Hamzah.
Ia menyebutkan, prinsip Delegate outhority and responsibility mestinya juga menjadi acuan pemerintahan nagari dalam mengembangkan pembangunan. Konsep seperti itu oleh pemerintah kabupaten Solok menjadi pedoman, karena menyadari bahwa pemerintah tidak akan dapat mengerjakan semuanya sendiri. Ia butuh dukungan masyarakat,
Apalagi dikaitkan dalam penyelenggaraan pemerintahan modern, peranan pemerintah harus semakin kecil, karena pemerintah yang baik adalah pemerintah yang semakin kecil memerintah, tetapi ia lebih banyak mengarahkan, mengayomi , memfasilitasi, membimbing dan mengawasi.
“ Dengan prinsip itu tampaknya masyarakat semakin bergairah, kreatif, inovatif dan bahkan dinamis. Mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab, “ papar walinagari Salayo yang cukup energik ini.
Dalam kaitannya dengan pemerintahan nagari, seyogyanya prinsip otonomi menjadi ukuran, dalam arti semangat kemandirian tidak hanya dimiliki pemerintah, tetapi lebih ditumbuhkan kepada masyarakat.
Pola membangun paham otonomi ini, bagi wali nagari Salayo Muzni Hamzah cukup gembira karena pemerintah Kabupaten Solok dalam kaitan itu justru sangat arif. Kebijaksanaan menyerahkan sejumlah urusan ke nagari, termasuk mengembangkan pola partisipatif, serta mengalokasikan dana pembangunan untuk nagari, menuntut pihaknya untuk lebih kreatif. “ Dengan pola demikian kita bebas berkreasi dalam kerangka pembangunan nagari,” kata Muzni Hamzah meyakinkan.****

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: